Teknik Pengerasan Jalan Tanah Gambut

Bibit Sawit Socfindo
Bibit Kelapa Sawit Socfindo
June 18, 2017
Tanah Gambut

Satu lagi jenis jalan yang juga banyak ditemui di daerah di Indonesia yaitu tanah gambut. Untuk yang belum tahu, tanah gambut sendiri adalah tanah yang terbentuk atas hasil pelapukan tumbuhan selama ribuan tahun. Sebenarnya ini bukan merupakan daratan atau tanah yang asli. Ketebalan tanah gambut sendiri sangat bervariasi mulai dari beberapa cm hingga sedalam 15 meter. Permasalahannya adalah tanah gambut setiap tahun selalu mengalami penurunan bisa sampai 1 meter selama 10 tahun. Hal ini tentu menjadi penyulit dalam pengerjaan pengersan jalan tanah gambut karena harus memperhitungkan struktur lahan gambut yang terus menurun.

Untuk proses perkerasan jalan tanah gambut sendiri akan melalui beberapa tahapan. Yang pertama kali dilakukan adalah memperbaiki area gambut yang ada. Proses perbaikan bisa dengan cara digali atau dikupas. Lalu bagian yang digali akan diisi dengan tanah atau pasir yang kondisinya lebih baik. Galian tanah gambut tadi akan dipadatkan dengan cara pemberian beban pada bagian permukaannya baik dengan tanah atau pasir dalam jangka waktu tertentu.

Agar proses pemadatan tanah berlangsung lebih cepat maka bisa dengan menggunakan vertical sand drain yang harus dipasang dalam jarak tertentu. Kemudian cara lainnya bisa dengan menggunakan bahan sintetis yang cara pemasangannya dengan cara vertikal. Metode ini dikenal dengan nama vertical wick drain.

Dalam metode vertical wick drain sendiri bisa juga dilakukan dengan menambahkan pompa vakum. Tujuannya agar tanah lebih cepat padat. Nantinya air dan udara yang ada pada setiap lapisan tanah akan keluar.

Namun jika areal lahan gambut tidak terlalu luas maka metode yang dilakukan bisa dengan menggunakan pondasi cakar ayam. Setelah pondasi selesai dipasang maka bagian lapisan paling atas bisa diberikan beban berupa tanah atau pasir untuk pemadatan. Baru kemudian nantinya konstruksi perkerasan jalan gambut bisa dibangun di bagian permukaan teratas. Selain itu ada juga cara yang menghabiskan biaya yang cukup terjangkau yaitu dengan memanfaatkan dolken atau dikenal dengan nama bamboo. Yang lainnya bisa dengan menggunakan geo-textile yang memiliki bobot ringan tetapi memiliki daya tarik yang besar saat menerima beban diatasnya. Harganya juga tidak terlalu mahal.

Untuk type pengersan jalan tanah gambut sendiri yang paling direkomendasikan adalah menggunakan perkerasan konstruksi lentur. Pada lahan tanah gambut perkerasan type ini lebih cocok karena lebih ringan. Jika menggunakan perkerasan kaku maka hasilnya justru kurang baik. Perkerasan kaku pada perkerasan jalan tanah gambut akan membuat perkerasan menjadi retak.

Hal ini dikarenakan perkerasan kaku cenderung lebih berat sifatnya. Sebelum tanah gambut diolah maka perlu dilakukan proses stabilisasi. Untuk lahan gambut, proses ini memakan waktu yang lebih lama karena harus menggunakan cara konvensional. Istilahnya juga dikenal dengan nama pre-loading. Sifat lahan gambut yang lunak dan organik membuatnya menjadi sulit untuk dipindah dibandingkan dengan tanah biasa. Banyak yang mengatakan bahwa lahan gambut adalah tanah yang kurang baik jika digunakan untuk proses pembangunan. Itulah yang kemudian membuat proses perkerasan jalan menjadi lebih rumit.