Jalan Sirtu VS Stabilisasi

Bibit Sawit Indonesia
Bibit Kelapa Sawit Unggul
November 5, 2016
Kelapa Sawit Papua
PT Nabire Baru Papua Ciptakan Lapangan Kerja
May 4, 2017

Perbedaan perkerasan jalan dengan stabilisasi tanah, mengaplikasikan soil stabilization menggunakan ROTEC dan semen. Dibandingkan dengan jalan sirtu memakai bebatuan dengan volume sangat besar, ditemukan pada berbagai jenis prasarana jalan di lokasi tertentu, terutama lahan perkebunan maupun lokasi tambang di berbagai daerah yang banyak di Indonesia.

Perkerasan Jalan Menggunakan Sirtu

- Tidak mampu menahan infiltrasi aliran air di permukaan jalan
- Jalan sirtu membutuhkan sistem drainase yang sangat baik
- Membutuhkan deposit material sirtu alam sangat besar (-/+1200 M3 per KM) lebar 5M
- Membutuhkan mobilisasi besar, pengangkutan pasir dan batu dari luar kawasan
- Membutuhkan mobilisasi alat berat dalam pemeliharaan, Rutin - Pelapisan – Pengerasan
- Membutuhkan mobilisasi alat berat dalam pemeliharaan rutin drainase
- Permukaan perkerasan tidak rata, licin pada waktu hujan, berdebu pada musim kemarau
- Debu yang menempel pada daun dapat menggangu fotosintesis tanaman
- Perawatan kendaraan operasional menjadi mahal
- Daya dukung dan umur jalan secara teknis maupun aspek ekonomi belum terukur
- Setiap 2-3 tahun ada over-lay (pelapisan ulang) dengan ketebalan setengah dari awal
- Di beberapa perkebunan, penimbunan, pelapisan sirtu dilakukan hampir setiap hari
- Setiap Tahun ada proses grading (pemerataan) untuk jalan-jalan yang tidak rata

Perkerasan Jalan Dengan Soil Stabilization ROTEC

- Mampu menahan infiltrasi aliran air pada permukaan jalan
- Membutuhkan sistem drainase
- Tidak memerlukan sirtu yang banyak, hanya memanfaatkan tanah dasar yang ada
- Ongkos angkut sirtu perkerasan jalan menjadi minim
- Untuk pemeliharaan rutin tidak memerlukan alat berat, hanya memakai tenaga manusia
- Pemeliharaan bersifat on the spot dengan sistem patching (tambal)
- Direkomendasikan dipakai untuk kondisi tekstur tanah dengan kandungan pasir
- Permukaan perkerasan mulus, Tidak licin waktu hujan, tak berdebu di musim kemarau
- Daya dukung dapat di ukur dan di sesuaikan 20-40 ton
- Umur teknis atau rencana pakai dapat di ukur dan di sesuaikan 3-10 tahun
- Biaya perawatan yang sangat rendah
- Tidak memerlukan proses penimbunan kembali secara berkala
- Tidak ada proses grading (pemerataan)