Gambar Jalan Tambang
Material Lapisan Perkerasan Jalan Tambang
July 3, 2016
Jalan Lingkungan Aspal
Jenis Pengerasan Jalan Lingkungan Populer
July 20, 2016
Jalan Utama Kebun Sawit

5 Jenis Jalan Kebun Sawit dan Cara Pengerasannya

Sebagai salah satu sarana utama dalam perkebunan, jalan kebun sangat berperan pada penjagaan mutu dan kualitas produksi, menjaga peralatan alat angkut tetap normal, konektivitas antar lokasi di perkebunan hingga percepatan produksi. Agar kualitas jalan terjaga, perusahaan perkebunan harus melakukan perawatan yang mutlak dilakukan pada berbagai jenis jalan kebun. Termasuk pengerasan jalan kebun di awal pembuatan jalan.

Khusus untuk jalan perkebunan yang terbuat dari jalan tanah seringkali mengalami kerusakan ketika musim hujan. Selain itu juga disebabkan karena bahan organik, kurangnya cahaya matahari, tekstur dan struktur tanah serta beban angkutan (tonase) yang melewati jalan berlebihan. Setelah diketahui penyebab kerusakan barulah penjagaan agar terhindar dari kerusakan bisa dilakukan. Tentunya tidak semua jalan yang ada di kebun diperlakukan dengan cara yang sama, karena setidaknya terdapat 5 jenis jalan kebun berdasarkan fungsinya. Setiap jenis jalan ini juga menggunakan metode pengerasan yang berbeda-beda, berikut ini sisajikan jenis jalan perkebunan sawit dan cara pengerasan tradisional.

1. Jalan Utama (Main Road)

Jalan utama merupakan penghubung antara kantor dengan divisi, antar divisi serta akses keluar masuk pada daerah emplasmen luar kebun. Jalan ini berfungsi sangat vital untuk menopang kegiatan di dalam kebun. Kontruksi jalan utama adalah lebar 8m dengan 5 meter badan jalan, 1 x 2 m bahu jalan serta 0,5 x 2 meter adalah jalan parit. Selama proses pembuatan jalan ini tidak ada tanaman yang hilang, prosesnya dilakukan mekanis agar permukaan jalan cembung dan bagian kiri kanan diberi parit. Prosedur pengerasan jalan kebun utama ini dilakukan dengan menggiling permukaan tanah menggunakan Roadroller. Kemudian diberi lapisan batu yang tipis atau cangkang agar permukaan tanah menjadi lebih kuat. Selain itu permukaan batu juga menjaga stabilitas tanah terjaga dan bongkahan tanah tidak mudah terbawa arus air.

2. Jalan Produksi (Production Road)

Jalan produksi yang dimaksud adalah jalan yang dibuat antar blok sebagai penunjang transportasi panen, perawatan tanaman perkebunan kelapa sawit dan pemupukan. Setiap 100 meter dari jalan produksi biasanya ditempatkan area khusus berupa TPH (Tempat Pengumpulan Hasil). Pada pembuatan jalan ini pasti akan memakan tempat pada area tanaman dan menghilangkan baris tanaman tertentu. Lebar tergantung tanaman yang ditanam serta alat berat yang akan melewatinya. Bentuknya dibuat kondisi cembung agar air bisa mengalir ke pinggiran. Cara mengerasakannya menggiling menggunakan roadroller dan menaburkan batu sebanyak 2x dalam setahun, atau 3 m3/km. Agar perawatan maksimal bisa ditambahkan dengan penaburan cangkang 4x dalam setahun atau 3 m3/km.

3. Jalan Koleksi (Collection Road)

Jalan koleksi pada kebun sawit bermula dari timur ke barat. Selama pembuatan jalan juga akan menghilangkan tanaman. Jalan ini berfungsi sebagai pengangkut buah dari blok ke TPH, selain itu juga memperlancar pengangkutan pupuk serta bahan kimia ke dalam blok. Pengerasan jalan kebun khususnya jalan koleksi bisa dilakukan dengan penggunakan roadroller pada saat pertama kali pembangunan. Namun untuk seterusnya cukup melakukan perawatan dengan penambahan atau penambalan batu dan cangkang.

4. Jalan Panen (Harvesting Road)

Jalan ini berbentuk sejajar dengan tanaman baris utara-selatan. Berguna untuk mengangkut tandan buah menuju TPH dan sebagai fasilitas pemupukan. Lebarnya sekitar 0,75 s/d 1 m dengan kondisi jalan dibiarkan tertutup rumput tipis. Jalan ini cukup dirawat setiap tiga bulan sekali. Jalan panen biasanya tidak harus kokoh karena hanya digunakan pada saat panen kebun saja dengan beban jalan yang tidak terlalu besar. Namun perawatan tetap harus dilakukan dengan penambahan material pengeras dan menjaga air tidak menggenang di jalan agar jalan tidak mengalami kerusakan.

5. Jalan Pringgan

Jalan pringgan atau jalan pinggir kebun terletak di batas luar afdeling dan sebagai juga dimanfaatkan sebagai batas afdeling. Bahkan banyak kebun sawit yang memanfaatkannya sebagai lintas pengawasan jaringan. Perawatannya dilakukan secara manual bersama dengan perawatan blok tanaman. Yaitu dengan menaburkan batu 2 kali dalam setahun atau sekitar 3 meter kubik per kilometer. Serta penaburan cangkang 4x dalam setahun.

Secara umum perawatan jalan kebun sawit atau cara memelihara jalan tanah kebun sawit dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu perawatan jalan mekanis dan perawatan manual. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangannya masing masing.

1). Perawatan Jalan MekanisĀ 

Perawatan jenis ini dilakukan dengan cara mengembalikan material pengeras jalan ke badan tanah. Kemudian badan jalan dibentuk kembali dan dibuat chamber sehingga tali air mencapai 25 sampai 50 meter satu tali air ke parit atau tepi badan jalan.

Kemudian dilakukan perataan dan pemadatan kembali menggunakan road roller di belakang greader setelah 1 km jalan digrading. Grading ini dilakukan hanya pada jalan yang sudah keras pada serta tidak menggali terlalu dalam. Sementara pada musim kering perawatan jalan dilakukan dengan prioritas pada rendahan. Juga jangan pernah melakukan grading jalan pada musim hujan.

Inti terpenting selama perawatan jalan mekanis adalah menjaga bentuk jalan tetap cembung agar air bisa mengalir ke parit. Lakukan perawatan dengan norma Norma 3 HM/Km atau 8 HM/2.5 Km atau sekitar 2.5 km/hari.

2). Perawatan Manual

Perawatan manual dilakukan dengan memangkas tunas pelepah jalan agar cahaya matahari bisa tembus ke jalan. Sinar matahari yang sampai ke jalan akan menguraikan materi anorganik yang bisa mengakibatkan pembusukan. Jangka panjang cahaya ini berdampak positif pada pengerasan jalan kebun sawit. Terutama pada jalan koleksi, lakukan pemotongan setengah dari panjang pelepah dan pada 3 lingkaran daun paling bawah.

Apabila jalan kebun berlubang, segera lakukan perawatan dengan mengisi batu-batu atau menutupnya dengan material sekitarnya. Pastikan air tidak tergenagn dan mengalir melalui tali air ke blok atau parit. Bersihkan jembatan dari tanah yang menyangkut, bersihkan kayu rumput dan gorong-gorong. Perawatan dilakukan dengan norma 0.06 Hk/Ha potong pelepah dan 0.06 Hk/Ha untuk manual jalan dan 0.06 Hk/Ha rawat jembatan.



Pengerasan Ulang

Perawatan jalan untuk mengeraskan kembali hampir sama seperti pengerasan di awal pembangunan jalan. Hanya berbeda pada spesifikasi pembuatan ketebalannya yaitu 5 cm. Terutama diprioritaskan pada lokasi yang tidak keras atau terdapat kerusakan seperti lobang dan lainnya.

Perawatan dan pengerasan jalan kebun sawit harus memperhatikan berbagai hal mulai dari jenis jalan yang akan dirawat, kondisi iklim dan cuaca, jumlah tenaga kerja yang tersedia, alat berat yang tersedia dan ketersediaan batu padas. Alat yang dibutuhkan untuk pengerasan dan perawatan diantaranya adalah grader, buldozer, whool loader, excavator, mining bucket, dump truck, vibrating compactor 6 yon dan lainnya.

Sementara prioritas perawatan lebih tinggi pada akses jalan (access road) karena intensitas penggunaannya lebih tinggi dibandingkan yang lain. Kemudian barulah jalan utama (main road), jalan collecton dan jalan kountur. Jalan akses yang dimaksud adalah jalan yang menuju dan keluar kebun. Jalan ini harus lebih dijaga stabilitasnya karean dilewati oleh truk dengan kapastias muatan besar yaitu mencapai 40 ton untuk membawa pupuk, truk kernel, tangki CPO dan lainnya.

"Meski kerap dianggap kontroversial, namun produk kelapa sawit Indonesia menguasai pasar dunia. Dari 59,6 juta ton produksi minyak sawit dunia pada 2014, sekitar 31,3 juta ton atau 52% dihasilkan dari Indonesia.
- BBC