Lahan Sawit Indonesia
Perkebunan Kelapa Sawit Terbesar Indonesia
July 31, 2016
Bibit Sawit Indonesia
Bibit Kelapa Sawit Unggul
November 5, 2016
Pupuk

Cara Melakukan Pemupukan Kelapa Sawit Dengan Baik

Sebagai salah satu jenis tanaman keras, kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai lahan bisnis. Bahkan komoditasnya saat ini paling dicari di dunia dan diproduksi terbesar di Indonesia. Pesanan komoditas ini selalu meningkat setiap tahunnya dari seluruh penjuru dunia. Tanaman kelapa sawit tumbuh pada lingkungan dengan curah hujan 2.000-4.000 mm/tahun dan memiliki pH tanah sekitar 4.0-6.0. Tentu hanya berada pada wilayah tropis seperti di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara (ASEAN).

Namun di sisi lain, menanam, memupuk dan merawat perkebunan kelapa sawit juga tidak mudah. Pemupuk harus melakukannya dengan teliti disiplin dan dosis yang tepat. Dosis yang kurang bisa berpengaruh pada hasil akhir yang tidak maksimal, sedangkan dosis yang berlebih bisa mengakibatkan tanaman mati. Sebelum menggunakan pupuk untuk kelapa sawit, sebaiknya kenali dulu kandungan pada pupuk tersebut. Pupuk terbaik harus memiliki komposisi kandungan natrium, fosfor, kalium, magnesium dan boron. Jenisnya beragam mulai dari Urea, TSP, KCI dan Kiserit. Ada pula pupuk tambahan yang dikenal dengan nama Borax atau boron deficiency. Dosis untuk pupuk kelapa sawit yang berumur 0-3 tahun yaitu:


1. Gunakan pupuk urea dengan dosis 0.4-0.4 per tanaman dengan frekuensi dua kali dalam setahun.
2. Penggunaan pupuk KCI dilakukan dua kali dalam setahun dengan takaran 0,2-0,5 kg setiap tanaman kelapa sawit.
3. Sedangkan untuk pupuk kiserit dosis 0,1 -0,2 kg pada masing-masing tanaman dengan tempo dua kali selama setahun.
4. Penggunaan pupuk Borax dilakukan dengan takaran 0,02-0,05 kg setiiap tanaman dengan frekuensi dua kali dalam setahun.

Sementara pada tanaman kelapa sawit yang sudah menghasilkan dan berumur di atas 3 tahun, dosis yang digunakan adalah:

1. Pupuk urea dengan dosis 2-2,5 kg setiap tanaman dalam kurun waktu setahun dua kali
2. Pupuk KCI dosisnya 2,3-3 kg per tanaman tiap tahun dua kali
3. Kiserit dua kali pertahun dengan masing-masing tanaman 1-1,15 kg
4. Pemupukan dengan SP-36 diberikan dengan proporsi 0,75-1,0 kg tiap tanaman dan dilakukan setahun sekali
5. Sedangkan pupuk borax dilakukan tiap tahun dua kali, masing-masing tanaman mendapat 0,05-0,1 kg.

Selain dosisnya, anda juga harus memeperhatikan sebaran pupuk. Pada pupuk yang mengandung natrium, sebaiknya jarak tebarnya paling pendek 50 cm mulai dari pokok hingga bagian luar piringan. Sedangkan pupuk yang mengandung fosfor, kalium dan magnesium dapat disebarkan dengan jarak 1 sampai 3 meter dari pokok batang hingga menyeluruh. Jika menggunakan pupuk boron berikan jarak 30-50 cm dari pokok kelapa sawit.

Sebelum pemupukan dimulai, Anda harus membersihkan piringan sawit terlebih dahulu. Piringan sawit adalah bulatan yang berada di sekeliling pohon sawit. Tindakan ini ditujukan agar hama tidak menggaggu proses pemupukan. Beberapa hal lainnya sebelum melakukan pemupukan adalah:

• Bersihkan tanaman dari alang-alang, rumput serta ktoroan lain
• Pupuk ditabur merata dari 0,5 m dari pohon hingga pinggir areal yang dara
• Pada areal berteras pupuk disebarkan pada piringan dengan takaran ¾ dari dosis yang diberikan di bagian dalam teras yang berada dekat dengan dinding bukut dan 1/3 dosis pada bagian luar teras

Metode Pemupukan Sawit

Pemupukan pada perkebunan kelapa sawit juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Pada tanah yang datar, pemupukan ditabur secara merata sekitar 0,5 meter dari pohon kelapa sawit hingga pinggir lingkaran. Proses penaburan yang benar akan membuat penyerapan pupuk bisa maksimal dan pertumbuhan tanaman kelapa sawit menjadi optimal.

Jangan sesekali menyebarkan pupuk yang bukan pada tempatnya karena bisa berpengaruh terhadap hasil pemupukan kelapa sawit. Misalnya dengan mencoba-coba menaburkan pupuk pada bagian pangkal tanaman atau menyebarnya di jalan. Hal ini bisa mengakibatkan tanaman hama bisa tambah subur atau yang lainnya terutama pada bibit kelapa sawit. Lebih baik sebarkan pupuk tepat pada kepala tanaman kelapa sawit yang memiliki akar rambut paling banyak. Letakkan di dekat mahkota daun bagian luar dari kelapa sawit.

Pastikan untuk menakar pupuk, menggunakan alat takaran pemupukan agar dosis yang diberikan tepat. Seperti penggunaan pupuk cair biotrent sawit atau pupuk cair lainnya, gunakanlah tutup botolnya untuk memupuknya dan bisa langsung menyebarkan di sekeliling tanaman sawi atau bisa juga dituangkan menggunakan ember. Pupuk ini akan baik untuk merangsang produktifitas buah kelapa sawit jika diberikan pada takaran yang tepat, jika berlebih juga akan berakibat buruk. Efektifitas pemupukan tanaman salah satunya bisa dilihat dari waktunya, pastikan anda melakukan pemupukan pada waktu dan musim yang tepat agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman kelapa sawit.

Tempat Penyebaran Pupuk Sawit

Menyebarkan pupuk sawit juga tidak sembarangan, anda harus melihat beberapa tempat penyebaran seperti bokoran, ujung bokoran serta ujung pelepah. Anda juga bisa menyebarkan pupuk langsung di atas tanah atau ditaburkan pada pinggir guludan. Guludan atau rorak adalah saluran air dan gundukan.

Ada pula pemupukan yang dilakukan dengan metode dibenamkan pada tanah, dimasukkan dalam tanah dalam bentuk cairan, dimasukkan dalam batang stem injection) dan pemupukan melalui daun (nutritional spray). Semua dilakukan berdasarkan kebutuhan tanaman kelapa sawit tersebut.

Secara umum, jenis pupuk anorganik yang digunakan untuk memupuk kelapa sawit terdiri dari empat macam yaitu:

1. Pupuk tunggal dengan 1 unsur hara utama yang mudah untuk diberikan dan tidak mahal saat pembiayaan kerja tapi harga pupuknya mahal.
2. Pupuk campur dari campuran pupuk tunggal dan sulit diterapkan pada tanaman sawit. Hanya digunakan satu kali saja.
3. Pupuk majemuk dengan 1 formulasi dengan beberapa hara utama, mudah disimpan sekali penggunaan dan biaya kerja yang murah.
4. Pupuk majemuk khusus yaitu yang dibuat secara khusus dalam bentuk tablet atau pelet.
5. Pupuk majemuk khusus yang dibuat secara khusus misalnya dalam bentuk pelet atau tablet.

Pemupukan perkebunan kelapa sawit disarankan untuk dilakukan pada musim hujan karena tanah akan lembab tapi tidak tergenang air. Selain pola dosis yang disarankan, pemberian dosis juga harus mempertimbangkan jenis tanah, umur tanaman dan waktu pemberian. Penggunaan kombinasi urea kieserit lebihbaik dibandingkan kombinasi antara urea dan dolomit karean urea dolomit tidak mengandung unsur belerang yang dibutuhkan tanaman.

Pupuk yang cocok untuk tanaman sawit dewasa adalah yang cepat larut karena akan merangsang akar agar lebih cepat menyerap unsur hara dan menjadi lebih lebat. Peraturan sertifikasi baru tentang penggunaan pupuk urea pda kelapa sawit diatur dalam sertifikasi perkebunan RSPO, ISCC dan ISPO yaitu penaburan pupuk tidak dibenarkan jika berada di pinggir sungai. Hal ini bisa menyebabkan pencemaran. Untuk itu penaburan paling tidak berada dengan jarak 10 meter dari pinggir sungai. Untuk penggunaannya masih diperbolehkan dengan takaran 1,5 kg/batang selama setahun sekali yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Pastikan pemupukan dilakukan pada tanah lembab bukan pada saat tanah mengalirkan air karena berdasarkan hasil penelitian bisa meningkatkan penguapan 30% perhari.

Sebagian perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar Indonesia, telah melakukan pemupukan dengan menggunakan pesawat, hal ini dipilih karena luas wilayah perkebunan yang begitu besar, ada di Kalimantan dan pulau Sumatera.