Perkebunan Sawit
Cara Memelihara Jalan Tanah Kebun Sawit
June 21, 2016
Stabilisasi Tanah
Pengaruh Keasaman Terhadap Stabilitas Tanah
June 29, 2016
Stabilisasi Tanah

4 Sasaran Utama Pengaturan Stabilitas Tanah

Stabilitas tanah merupakan sebuah metode yang dipakai untuk meningkatkan kemampuan daya dukung suatu lapisan tanah dengan cara memberikan perlakukan (treatment) khusus pada tanah tersebut. Tentunya agar bisa mendapatkan perlakuan maksimal dan menghasilkan kemampuan daya dukung maksimal, anda harus memiliki target tujuan dari tindakan ini. Perlakuan ini diharapkan bisa memperbaiki sifat tanah yang ada. Konsep dasarnya berupa penyusunan kembali butir-butir tanah agar lebih rapat dan aling mengunci. Tanah yang sudah dilakukan perlakuan diharapkan lebih stabil agar beban bisa melewati dengan baik dan tidak terjadi penurunan (settlement). Kondisi tanah untuk perkerasan jalan seringkali tidak memiliki indeks konsistensi yang tepat, permeabilitas terlalu tinggi atau sifat lain yang mengganggu fungsi jalan tanah. Berbagai sasaran yang ditujukan setelah melakukan peningkatan stabilitas adalah sebagai berikut:

1. Memperbaiki atau meningkatkan daya dukung tanah
Daya dukung yang dimaksud adalah kemampuan tanah untuk menerima beban dan menjaga stabilitasnya dalam waktu lama. Sebagai contoh, tanah yang memiliki daya dukung tinggi akan mampu menjadi jalan yang kokoh meskipun dilalui oleh kendaraan berat.

2. Memperbaiki atau memperkecil penurunan lapisan tanah
Lapisan tanah bisa saja turun diakibatkan oleh berbagai faktor. Mulai dari faktor alam, lingkungan, perlakuan yang tidak semestinya dan faktor bahan penyusun tanah tersebut.

3. Memperbaiki atau menurunkan permeabilitas dan swelling potensial tanah
Permeabilitas adalah cepat lambatnya tanah meresap ke dalam tanah melalui pori-porinya, baik vertikal maupun horizontal. Bisa juga dikatakan sebagai kemampuan tanah untuk menyerap air. Semakin kasar tekstur tanah maka permeabilitas semakin tinggi. Semakin tinggi permeabilitas maka stabilitas tanah semakin memburuk. Untuk itu ini menjadi sasaran penting dilakukannya pengaturan stabilitas tanah.

Sedangkan swelling potensial tanah merupakan potensi tanah yang mengembang (eskpansif) akibat penyerapan atau penambahan kadar air yang berlebihan. Potensi pengembangan ini tergantung dari komposisi mineral, indeks plastisitas, peningkatan kadar air, kadar lempung hingga tekanan tanah penutup.

4. Menjaga atau mempertahankan potensi tanah yang ada (exiting strength)
Potensi tanah yang menurun (settlement) bisa terjadi karena fakto terlalu sering dilewati beban terlalu besar atau intensitas yang terlalu tinggi. Tentunya harus ada penanganan agar kerapatan tanah kembali menguat.

Apalagi ketika musim hujan, jalan tanah seringkali mengalami ekspansif (kembang-susut) mengikuti jumlah kadar air. Sehingga perlu dilakukan pemadatang (compaction) agar bisa mempengaruhi daya dukung. Sedangkan pada musim kemarau, seringkali muncul celah memanjang pada kontruksi jalan raya yang diakibatkan oleh gejala susut dari tanah liat karena penurunan masa tanah dan kadar air.

Gejala penyusutan ini ditambah lagi dengan semak belukar atau akar pohon yang menghisap air dari tanah dan diuapkan melalui dedaunan. Namun jika dilakukan pemadatan tentu hasilnya akan lebih baik dan bisa mempertahankan potensi tanah yang ada.

Pengaturan stabilitas tanah tidak hanya berlangsung pada jalan tanah saja yang sering ada di lokasi perkebunan atau pembuatan jalan tambang. Melainkan juga pada struktur tanah dasar sebelum dilakukan konstruksi jalan agar bisa menjaga konstruksi kuat ketika dilalui kendaraan di atasnya. Pada perancangan jalan yang lebih stabil setiap komponen lapis perkerasan harus dapat menahan geseran, lendutan berlebihan yang berakibat retakan dan mencegah deformasi permanen berlebihan akibat material penyusun. Bila material tanah bisa distabilkan maka kualitas bertambah, kemampuan mendistribusikan beban semakin meningkat maka fungsi utama jalan tanah bisa terjaga baik.